Tuesday, May 31, 2011

Ukuran Kertas Foto

Beberapa kali saya merasa kebingungan dalam menentukan Ukuran Kertas Foto, dalam centimeter. Untuk itulah biar tidak lupa kami menuliskannya disini. Semoga ini bisa memudahkan saya mengingat ukuran kertas foto.

Berikut List dari Ukuran Kertas Foto Standard

2R = 6 x 9 cm
3R = 8,9 x 12,7 cm
4R = 10,2 x 15,2 cm
5R = 12,7 x 17,8 cm
6R = 15,2 x 20,3 cm
8R = 20,3 x 25,4 cm
8R Plus = 20,3 x 30,5 cm
10R = 25,4 x 30,5 cm
10R Plus = 25,4 x 38,1 cm

Sebenarnya selain ukuran R masih ada beberapa seri ukuran lagi dalam penentuannya secara standar internasional. Ukuran2 itu dibagi dalam Seri A, Seri B, Seri C, Seri F dan Seri R yang biasa dipake untuk Ukuran Kertas Foto, Semoga bermanfaat

Lebih detail bisa dibaca di Wikipedia

Ukuran Kertas Foto is a post from: ID-JAUHARI

Posts Related to Ukuran Kertas Foto

  • Jasa Foto Pas Foto Haji dengan iPhone 4

    Secara Tidak terjamah dan tak terpikirkan apalagi di bayangkan, saya menjadi Juru Foto (khususnya) pembuatan Pas Foto Haji di Desa Ponjong. Saya memulianya dari keisengan ...

  • Foto-Foto Acara Blogger Ngalam 2007

    Berikut Sebagian Foto Foto dari Acara Launching Blogger Ngalam 2007, untuk melihat semua foto silahkan meluncur ke Account Flickr saya atau ke PicasaWeb.

  • Beramal sambil di Potret

    Bukan sulap bukan sihir, bulan Ramadhan ini memang penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Ceritanya begini. Pagi ini saya mendapat mandat untuk men csskan dari Promo ...

  • Namanya Juga Proses

    Setelah sibuk dengan side project demi mengejar mimpi 2007, saya sempatkan secara senggang untuk merubah sedikit walaupun belum 100% selesai dari blog ini. Karena tajuk ...

  • Juara Tiga Lomba Foto QWords

    Bulan penuh berkah, saya merasakan di bulan Ramadhan ini memang penuh dengan berkah. Betapa tidak? Banyak sekali kenangan terangkum dalam bulan ini. Mulai deal dan ...


Link to full article

Langsat Pecas Ndahe

Suatu hari yang teduh di Taman Langsat, Jakarta Selatan. Komunitas Bike to Work, Jalan Sutra, dan Langsat, menggelar Kopdar Akbar pada Minggu, 29 Mei 2011.

Belasan komunitas menggelar tenda dagangan dan lebih dari seribu pengunjung mengunjungi acara itu. Kopdar dimeriahkan oleh penampilan Bonita and The Husband.

pesta keluarga Kopdar Akbar

Bonita and The Husband

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean mau datang di acara Kopdar Akbar berikutnya?


Filed under: Indonesiana Tagged: bazar, bike2work, jalan sutra, kopdar akbar, langsat, taman
Link to full article

Award Untuk ku Dan Sahabat

Di dunia maya yang bernama blog ini, ada saja cara untuk mempererat tali silaturahim yang bisa dilakukan seorang blogger, selain blog walking, juga ada acara bagi2 award. Sebut saja misalnya dengan apa yang dilakukan oleh seorang onthelis yang bernama Mas Isro dengan blognya Batavusqu, dengan membagi2kan sebuah award sebagai ungkapan terimakasih juga penghargaan pada para [...]
Link to full article

Sakit-sakit SNMPTN

Hari ini ternyata ada SNMPTN … (hadoh ini singkatan apa ya? Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pantesan kampus ITB cukup ramai.

Kebetulan saya melihat ada ambulans datang. Satpam berlarian. Saya kira sudah ada yang pingsan. he he he. Tidak tahunya ada calon peserta ujian yang akan ujian sambil terbaring di atas tempat tidur. Mungkin yang bersangkutan sakit sehingga tidak boleh duduk, tetapi tetap harus ikut tes.

Selamat ujian …


Link to full article

Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Sampai saat ini saya masih nggak nyangka, bisa jalan-jalan bareng beberapa blogger tanah air ke Hongkong selama tiga hari, ditemani Mbak Rika dan Mas Radit dari Idblognetwork.

Seperti biasa, persiapan saya tidak ribet, maklum, agak-agak selenge’an dan sesuai dengan prediksi, meskipun yang lainnya laki-laki, barang saya paling sedikit! Nggak pake koper dan bagasi-bagasian segala di pesawat.

Persiapan%20Di%20Bandara Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Hari Kamis malam, 17 Maret 2011 jam 21.00 semua berkumpul di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sesuai dengan kesepakatan. Sambil makan malam (beberapa memang belum makan, saya sendiri sudah makan di Blok M), kami berfoto-foto dengan spanduk yang sengaja disiapkan oleh tim Idblognetwork dan dibagikan itinerary selama berada di Hongkong.

Makanan%20Di%20Cathay%20Pacific Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Kami naik pesawat Cathay Pacific Airbus A340-300 dengan nomer penerbangan CX 798 pukul 00.05 dari CGK menuju Hongkong dan tiba pukul 5.45 waktu Hongkong. Indonesia dan Hongkong hanya berbeda satu jam saja, Jakarta GMT +7, sedangkan Hongkong GMT +8. Di pesawat, kami sarapan jam 2 pagi!

Bandara%20Hongkong Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Sesampainya di Bandara Hongkong, sempat bingung mau membeli kartu Octopus dan naik kereta (tapi menunggu satu jam lagi baru jalan), atau naik taksi saja ke hotel tanpa membeli kartu Octopus. Kami akhirnya memilih opsi kedua, karena jika dipikir, akan lebih murah malahan naik taksi. Karena 8 orang hanya membutuhkan dua taksi, yang satu taksinya habis HK$ 102 + bagasi HK$ 5 per koper. Dengan begitu, satu taksi hanya membayar HK$ 117 dengan 4 penumpang di dalamnya. Sampai di Hotel, langsung check in dan tak lupa, foto-foto tentunya.

Oiya, karena peralatan foto teman-teman blogger lain sangat lengkap, terutama Mas Priyadi, maka saya sangat senang jadi foto modelnya saja. icon lol Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa Jepret sana jepret sini, narsis abis pokoknya semua blogger ini. Setelah itu, masuk ke kamar masing-masing dan istirahat, karena jadwal jalan-jalannya baru akan dimulai jam 11 siang. Masih ada waktu beberapa jam untuk beristirahat, saya memilih: tidur.

Hollywood%20Hotel Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Hongkong, kota yang bersih dan tertata rapi. Meski sekilas saya melihat taksinya merasa agak tua dan sedikit kotor, tidak seperti penampilan taksi-taksi di Indonesia, namun pada saat dikendarai, jalannya lancar dan bisa ngebut, nggak ndut-ndutan seperti yang saya bayangkan jika sebuah taksi dengan penampilan yang sama ada di Indonesia, pasti yang ada kegerahan. Sepanjang jalan tidak terlihat sampah, dan dari bandara menuju Disney’s Hollywood Hotel, pemandangan perbukitan yang bisa kami nikmati.

Hongkong%20Disneyland%20Hotel Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Jam 11 kami bersiap makan siang di Hongkong Disneyland Hotel. Rencananya kami akan menginap di sana, tetapi berhubung penuh, terpaksa menginapnya di Hollywood Disneyland Hotel. Hanya dibutuhkan beberapa menit saja untuk menuju Hongkong Disneyland Hotel dengan shuttle bus. Dan jamuan makan siang kami sungguh istimewa. Menunya tentu saja no pork. Sesamed Rice Pasta Salad with Chicken adalah hidangan pembuka. Rasanya mirip dengan pecel kalo di Indonesia. Isinya adalah mie berbentuk hampir mirip dengan kwetiau, ditambah dengan irisan tipis mentimun dan ayam suwir, disiram dengan saus yang mirip pecel itu tadi.

Twin%20Fish Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Twin Fish Dumpling in Lotus Pond. Sumpah, nggak tega sebenarnya makan ikan kembar ini. Bentuknya sungguh lucuk. Jadi ini semacam dim sum berisi fillet ikan segar dan potongan udang dan dibungkus dengan bentuk ikan. Rasanya, agak nggak cocok di lidah saya, karena saya nggak terlalu suka ikan.

Conpoy%20Soup Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Selanjutnya, Double-boiled Chicken and Conpoy Soup in Petite Coconut. Sup ayam dalam batok kelapa. Sungguh segar dan enak. Trus hidangan setelah itu Wok-fried Shrimp and Disney Root Vegetables. Udang yang diberi sayuran berbentuk karakter disney. Lalu, Wok-fried Sliced Veal Tenderloin in Pepper Garlic Sauce. Terderloin lada hitam dengan sayuran buncis.

Fried rice%20with%20Tasmanian%20%20Crabmeat%20stuffed%20in%20whole%20Crab%20Shell Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Setelah itu, Fried-rice with Tasmanian  Crabmeat stuffed in whole Crab Shell. Nasi goreng rasa kari yang diletakkan di dalam cangkang kepiting. Enak. Dan hidangan penutupnya adalah Chilled “Mickey’s” Red Bean Honey Pudding dan “Duffy” Steamed Lotus Red Bean Puree Bun. Mantap deh. Kenyang abis. Oiya, saya suka minuman yang disajikan: teh hijau yang sangat panas! Segar, dan menetralisir rasa di lidah ketika berganti menu.

Flight%20of%20Fantasy Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

FOF Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Selesai isi perut, saatnya bergembira di Disneyland Theme Park. Ditemani oleh Angel, tour guide kami, kami menjelajahi Hongkong Disneyland. Foto-foto di pintu masuk wajib dong hukumnya. Setelah itu, menyaksikan parade Flight of Fantasi. Parade ini baru satu bulan yang lalu ada di Hongkong Disneyland, dalam rangka ulang tahunnya yang ke 5, jadi buat yang mau ke Hongkong Disneyland, wajib tonton deh. Keren pokoknya. Jadwal lengkap parade ini ada di sini.

winnie 300x224 Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa191761 10150165028494715 500944714 8363650 7763951 o Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak TerlupaSetelah parade, kami menonton pertunjukan 4D di Mickey’s PhilharMagic. Dengan 40 film yang berbeda, menonton 4 dimensi ini sangat menyenangkan. Durasi film hanya 10 menit saja kok. Keluar dari sini, gerimis yang sejak siang tadi pertama menginjakkan kaki di Disneyland, nggak berhenti juga. Saya mulai kedinginan. Mengeluarkan sarung tangan dan memakai jaket.
Winnie The Pooh 300x227 Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupawinnie%20the%20pooh Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Selanjutnya, mencoba pengalaman di The Many Adventure of Winnie the Pooh. Menaiki kereta dan berkeliling wahana yang bercerita tentang Winnie the Pooh. Setelah itu, The Golden Mickeys! Pertunjukan musikal dari berbagai tokoh Disney. Durasinya 45 menit, lumayan lama juga. Dan yang terakhir sebelum makan malam, adalah petualangan yang sangat seru di Space Mountain. Suara saya sampai hilang!
Space Mountain 300x223 Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak TerlupaSpace%20Mountain Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak TerlupaSaya memang nggak minum es. Tapi pas waktu mau berangkat, saya salah pilih minuman. Saat makan di Blok M, saya minum es jeruk. Hasilnya, saya batuk ketika tiba di Hongkong. Diperparah dengan suhu yang sangat ekstrim jika dibandingkan dengan Jakarta, jadilah batuk saya menyeramkan. Pas naik Space Mountain, saya yang duduk bersebelahan dengan Mas Amril berteriak sekencang-kencangnya, karena permainan ini sungguh mengasyikkan: menjelajah angkasa, dalam ruangan gelap gulita dan berkelak-kelok naik turun tanpa kita bisa menduga arah pesawat yang kita naiki. Benar-benar menyenangkan. (Saya pengen naik lagi di hari kedua nanti)

Plaza%20Inn Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Makan%20di%20Plaza%20Inn Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Jam enam, kami makan malam di Plaza Inn, sebuah restoran yang menyajikan hidangan Canton di Main Street USA. Berbeda dengan makan siang tadi, makan malam ini disajikan dengan cara prasmanan di masing-masing meja. Menunya, Thick Soup with Minced Beef and Egg White, Deep-fried Shrimp, Sauteed Chicken and Broccoli with Satay Sauce, Seared Beef Fillets in Tangy Onion Dressing, Pan-fried Cod Fillets with Scalloin, Flat Chinese Mushrooms over Baby Vegetables, Fried Rice with Conpoy and Egg White, Seasonal Pudding, Chinese Tea dan Coke, Sprite, Fanta Orange Soda. Semua sampai kekenyangan.
disney 300x225 Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa
Selesai makan malam pukul 19.00, menunggu pertunjukan kembang api jam 20.00, semua membeku karena suhu udara di luar di bawah 10 derajat celcius. Sebuah pengalaman baru buat saya, merasakan suhu sedingin ini. Menggigil deh pokoknya. Padahal baju sudah empat lapis, dengan jaket tebal, kaos kaki dan sarung tangan. Tetapi penantian di udara dingin yang membuat beku badan itu terbayar dengan keindahan kembang api yang disajikan di Disneyland. Spektakuler! (Ceritanya ada di tulisan ke dua nanti ya…)

Star%20Tour Jalan Jalan Di Hongkong Disneyland, Pengalaman Tak Terlupa

Pulang menuju hotel pukul 20.30, mandi berendam di air hangat, dan istirahat sambil menulis ini. Oh, iya, selama di Hongkong Disneyland hari ini, kami menggunakan Star Tour, sebuah fasilitas ekslusif yang bisa didapatkan dengan membayar HK$ 3.088 atau setara dengan Rp. 3.700.000,- untuk 6 orang. Dengan Star Tour ini, pengunjung akan diberi badge khusus, ditemani oleh sorang guide profesional, dan secara VIP dapat langsung memasuki semua atraksi dan wahana tanpa harus mengantri, diberi prioritas tempat duduk dengan spot terbaik, dan melihat Fantasy Parade dengan lokasi VIP. Dan hanya ada sampai tanggal 22 Mei 2011 lho. Sebuah pengalaman yang sangat mengagumkan.


Link to full article

SNEEZE

.

Alias Bersin.

Ada juga yang menyebut Gebres, Wahing, Bangkis, Acim, Hatchih dan sebagainya …

Ini adalah reaksi natural jika kita sedang terserang flu … atau kalau hidung kita mencium sesuatu bau yang khas seperti bubuk lada dan bubuk-bubuk sejenis yang berbau merangsang lainnya.

Namun kali ini … Saya tidak akan membahas bagaimana reaksi bersin itu terjadi … ?

-

Saya hanya ingin menulis … bahwa … Bersin itu adalah sesuatu yang harus di ekspresikan secara nyata. 
Bahkan kalau perlu … jika kita sedang sendirian … tidak ada orang disekitar kita … Bersin itu akan kita maksimalkan … kita pwol kan dengan suara yang keras … Biar enak … biar marem … biar puas.  (kadang pake dilagukan pula … HHaaaaattt …. CChheeeiiiinnngggg …. )(Hayeee).

Memang … Kita harus lihat-lihat dulu situasi dan tempatnya, untuk berlaku bersin dengan cara heboh ini … Apakah tempatnya memungkinkan atau tidak ?.  Karena bersin itu bisa menularkan penyakit kepada orang disekitar kita.  Jika sedang meeting atau diruang boss … lalu kebelet bersin … Saya lebih memilih untuk lari ke kamar mandi … supaya saya bisa mengekspresikan bersin saya dengan lebih mantap disana … tidak ditahan-tahan … !

Mengapa demikian … ???
Sebab … Bersin yang ditahan-tahan itu sangat menyiksa sukma sekali deh … sodara-sodara … (hahaha)
(menulis lebay itu memang niqmat ternyata).

Bukan saja bersin yang ditahan … bersin yang tidak jadi pun … tak kalah menyiksanya sodara …

Pernahkan anda ingin bersin … sudah siap ancang-ancang untuk bersin …  mulut sudah menganga … kepala sudah ditengadahkan … tetapi … lalu entah mengapa … rasa itu sekonyong-konyong justru hilang … bersinnya nggak jadi … !!!  Serasa hampa bukan ? (again … lebay is niqmat ternyata)

-

Pernahkah anda mengalaminya … ???   Mau bersin tapi nggak jadi  ???
Waaahhhh itu rasanya menjengkelkan sekali bukan ??? … sangat tidak afdhol … rasanya “mancal” … membuat penasaran … serba ndak enak … tidak tuntas … nggantung … (selesai sebelum sampai klimax) … dan seterusnya … Hehehe

Lalu bagaimana solusinya … ???
Agar rasa Bersin yang tidak jadi itu … menjadi … jadi kembali … jadi terasa kembali …
Bagaimana caranya merangsang bersin yang tidak jadi itu agar menjadi … jadi …  (halah piye to ki … Trainer mbulet iki).

-

Saya lihat ada beberapa cara menanggulanginya … (yup, beberapa means … TIGA)

Cara 1 : Kucek hidung
Saya beberapa kali melihat orang yang mengucek-ucek hidungnya … merangsang syaraf-syaraf di indra penciumannya itu … dengan maksud agar rasa bersin itu muncul kembali.  Namun biasanya … cara ini jarang berhasil.

Cara 2 : Diam Konsentrasi
Ada juga yang mencoba untuk hanya diam sesaat … seraya berkonsentrasi penuh … (ritual memanggil bersin).
Coba iseng anda perhatikan bagaimana EKSPRESI KHAS nya orang yang sedang konsentrasi … mencoba membangkitkan kembali keinginan bersinnya yang tiba-tiba raib entah kemana itu. 

Itu kalau di foto … wajahnya akan sangat misterius-misterius gemanaa getoh … (mulutnya menganga satu centi… matanya memicing … merem-merem gemana getoh … mringis-mringis gemanaaa getoh … pokoknya idih banget deh ekspresinya)(hahaha).
Cara yang kedua ini … juga jarang yang berhasil.  Bersin itu biasanya malah tidak muncul sama sekali …

Cara 3 : Tatap Sinar
Dan cara yang paling banyak dilakukan adalah … Mereka memalingkan muka … mendongak … ke arah sinar matahari … Agar Hasrat Rasa Bersin itu bisa tereksekusi … lalu meledak dengan maremnya …

Terus terang saya pribadi sering mencoba cara yang ke tiga ini … dan hasilnya lumayan banyak yang sukses.  Relatif Efektif.  Artinya … setelah saya memalingkan muka ke arah sinar mata hari … menengadah … kemungkinannya hampir 80 % pasti … Bersin itu bisa meledak kembali dengan sukses …

Kenapa kok bisa begitu ?
Saya juga kurang tau … !

So …
Bagaimana dengan pengalaman anda sekalian ?
Bagaimana perilaku anda dalam mengejawantahkan kebersinan anda …?
Pernahkah ingin bersin … tapi tidak jadi ?
Lalu apa yang anda perbuat ???

(ini adalah cabang ilmu … Hatchimology or Gebresonomy)
(Halah-halah-halah)

Salam saya


Filed under: ARTIKEL, BAHASA, PERASAANKU HARI INI
Link to full article

Sarung-sarung, ke Manakah Engkau Dilarung

SEOLAH SEMUANYA MUDAH DAN ENAK. DAN KEPAHITAN MENGIBA PUN TIADA.

Mengulangi pendar sensasi ereksi dan ejakulasi pertama seorang bocah sepuluh tahun, masih kelas empat SD, saat kelon dengan seorang wanita dewasa lajang guru TK (tapi tanpa koitus), sekitar empat puluh tahun kemudian bukanlah hal mudah.

Tentang kenangan lama, tak semuanya dapat diulang dengan rasa yang sama. Wajar, karena manusia yang terlibat sudah berubah, ingatan melapuk, dan atmosfer tempat sudah berganti warna. Juga wajar jika dalam kasus bocah ingusan tadi ingatan dan kenangan si perempuan mungkin malah tak begitu melesak ke dasar hati.

Bagaimana dengan kenangan buruk, semisal stigma sebagai anak aktivis PKI, yang bapak dan ibunya ditahan tetapi nasib bapaknya tak jelas?

Setelah kebebasan berbicara tersedia, sebagian orang lebih memilih merekonstruksi segala sumber luka. Caranya macam-macam. Bisa runut dan blak-blakan, bisa juga simbolis dengan berpindah-pindah penggalan masa, tetapi hasilnya sama-sama menyakitkan.

Bagaimana dengan Blues Merbabu-nya Gitanyali, apakah sama dengan Mencoba tidak Menyerah (judul asli: Aku bukan Komunis) karya Yudhistira Ardhi Nugraha Massardi awal 80-an, saat Soeharto masih berkuasa?

Tidak. Yudhis bicara sebagai korban dengan memindahkan kepahitan kepada pembaca secara mendalam. Blues Merbabu, yang mencoba bertutur sederhana tetapi sesekali tampak kecendekiaannya (apa itu “maxim” dan “imagined communities“?), menutupi luka dengan hedonisme erotis kota kecil di Jawa Tengah, lalu di Jakarta, lengkap dengan segala kenorakan akhir 60-an dan awal 70-an — misalnya memakai parfum Charlie (by Revlon) yang saat itu ngetop dan menebar mantera asmara gombal melalui kartu pilihan pendengar radio.

Maka yang kita dapat, menurut kesan saya, adalah cerita ringan anak PKI yang melawan — tepatnya: mengimbangi —  stempel dan keadaan diri dengan cara yang sungguh merdeka: memanjakan hasrat duniawi, dengan pembenar yang seolah ideologis yaitu sulaya atau semacam pengingkaran. Oh ya, kalau surgawi sudah bukan hasrat kan? :D

Tentang serangkaian petualangan bararoma kompleks oedipus, mungkin wajar. Anak lelaki belum sunat pun lebih mungkin memproyeksikan gejolak berahinya kepada lawan jenis yang payudaranya menggembung dan bulu kemaluannya melebat — artinya ya wanita dewasa — ketimbang (mungkin) perawan kencur yang belum menggarap sari pertamanya. Itu sebabnya si aku harus disunat lebih dini , dalam usia 10 padahal umumnya 12, akibat burungnya terlukai ranting lamtoro setelah ngibrit ketahuan mengintip seorang budhé mandi.

Sensasi bibit kompleks oedipus mungkin juga terasa dari pembauan kembali kain jarik nenek: ada kedamaian di sana.

Saya bisa memastikan kota kecil yang tak disebut namanya itu adalah Salatiga. Pasti!

Ya, kota yang dulu masih ex-gemeente dengan sembilan kelurahan dalam satu kecematan, yang luasnya sekitar 27 kilometer persegi.

Banyak unsur pemerian yang akan segera diketahui orang lama Salatiga. Dari penjual jamu merangkap tukang akrobat Pak Ngadiran sampai trio orang gila (Mbok Nyai, Min Kebo, dan Maryuni). Nama-nama lain disamarkan tetapi mengarahkan kepada tebakan. Roby Ganda adalah Roy Marten. Radio PK2PPD7 adalah YDA7C2 yang kemudian dikelola pemkot (adapun YDA7C5 adalah milik Kodim, dan YDA7C7 adalah milik PTDI).

Tentang hedonisme sebuah kota kecil, ketika masih SMA saya sudah terbiasa mendengar bualan teman-teman yang sering ke pelacuran tentang penghuni baru dan primadonanya. Bersama adik saya ketika mengudap di warung wedangan Mak Pari, sering kami mendengar orang-orang dewasa, yaitu beberapa orang Cina juragan toko dan orang non-Cina yang bukan pegawai negeri, bertukar cerita dan guyon dengan bebasnya tentang penghuni Sembir, nama lokalisasi di Sarirejo, di utara.

Beberapa tahun sebelumnya, saya dan anak-anak tanggung sebaya, juga tahu tentang beberapa cewek “grand funk” alias perek. Kami juga tahu  tante girang — selain seorang homoseksual pemburu brondong culun.

Ketika saya berusia 14 tahun seorang teman dari Tegalwaton, dekat mata air Senjaya di luar kota, membisikkan tentang praktik orgi yang dilindungi belukar. “Nama kelompoknya Hanoman, singkatan ‘haus nonok manis’,” kata teman saya. Senjaya, menurut Gitanyali, adalah “tempat di mana anak-anak di kotaku kehilangan keperjakaannya.” Latar macam itulah yang mewarnai Blues Merbabu.

Jadi apakah ini semacam penggabungan otobiografi dan imajinasi bahkan proyeksi citra diri?

Mungkin. Karena jika betul penulisnya adalah dia, seseorang yang saya tahu tapi tak saya kenal baik, maka ada hal berbeda dari jejak dirinya.

Siapa dia, si Gitanyali, alias nyali atau keberanian di tengah lagu malam ini?

Tampaknya dia. Seorang eseis, cerpenis, jurnalis, penikmat seni rupa, dan menjadi pencatat apapun yang “kontemporer” dalam kehidupan urban Indonesia. :D Dulu dia sering menulis dengan mengutip dan menyebut Umberto Eco, lalu dengan enteng ketika menuliskan dunia wewangian di korannya dia bisa menyelipkan pengakuan, “Kalau saya suka Van Cleef & Arpels” (bukan kutipan persis). Jarang ada jurnalis koran serius melakukan itu.

Ada suatu masa, tahun 80-an, ketika Orde Soeharto masih berjaya, dan menjadikan “bersih lingkungan” sebagai mantera penopang kezaliman, seorang jurnalis muda menjadi korban. Korannya tak memecat dia, dan menyelamatkannya, antara lain, dengan membolehkan sekolah ke luar negeri lalu ikut pelatihan peneliti muda nun di titik barat laut negeri. Dia berganti nama pena, menjadi berbau Majapahit.

Sebagai hiburan ringan, buku ini boleh juga. Cocok dengan selera saya: malas membaca yang berat maupun menafsirkan sisi berat tersembunyi dari sebuah tuturan enteng renyah. :D

Tetapi dari sana, kalau mau dan telaten, kita bisa mengais remah-remah kepahitan hidup seorang anak aktivis PKI. Meskipun masing-masing menyembunyikan jejak kelam (versi rezim), antarmereka bisa saling mengidentifikasi. Kemiripan pengalaman menghasilkan sebuah bingkai pengenalan dalam interaksi sosial. Sebuah proses yang Gitanyali sebut “membaui”.

JUDUL: Blues Merbabu • PENULIS: Gitanyali • PENERBIT: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta: Februari 2011 • TEBAL: vi + 186 halaman • HARGA: Rp 34.000


Link to full article

Grooming Anda Adalah Segalanya

Grooming, jika di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah dandan. Tetapi dandan di sini jangan di artikan sama dengan dandan yang di lakukan oleh wanita, yaitu mengenakan make up. Maksud grooming disini adalah merawat diri, mulai dari ujung rambut … Continue reading
Link to full article

Monday, May 30, 2011

“A Bloody Business”: Treatment of Animals

Reports from our southern neighbour of gross mistreatment of cattle at Indonesian abattoirs.

In a Australian Broadcasting Corporation documentary on the Four Corners program titled "A Bloody Business" hosted by the loathsome Kerry O'Brien video footage is shown of gross cruelty and incompetence in dealing with the slaughter of cattle at Indonesian abattoirs, where it is said

many thousands of these animals die slow and hideous deaths.

Despite the best efforts of professional Australian slaughter-men to train their benighted Indonesian counterparts on the best ways to deal with animals in the slaughterhouse the video shows that:

Animals smash their heads repeatedly on concrete as they struggle against ropes, take minutes to die in agony after repeated often clumsy cuts to the throat. In some cases there is abject and horrifying cruelty - kicking, hitting, eye-gouging and tail-breaking - as workers try to force the cattle to go into the slaughter boxes installed by the Australian industry, with Australian government support.

RSPCA chief scientist Bidda Jones, who analyzed the video slaughter of 50 cattle, said the slaughtermen took on average 11 slashes at the throat to kill the animals, and even as many as 33. She said:

They basically hack the heads off with blunt knives, causing a lot of distress and pain

The story has caused great controversy in Australia with calls to end all live cattle exports to Indonesia, however as yet at least there is little or no reaction from Indonesian officials.

Indonesian Abattoir

The graphic and disturbing video can be viewed over here - http://www.abc.net.au/4corners/special_eds/20110530/cattle/.

There appear to have been 11 abattoirs where filming took place, in Jakarta, Bogor, Bandar Lampung and Medan.

“A Bloody Business”: Treatment of Animals is brought to you by Indonesia Matters, where you can book flights in Indonesia, and features listings of Indonesian hotels, like Kuta hotels, Sanur hotels, hotels in Jakarta and near Jakarta airport, and more.


Link to full article

Popular Posts